JDIH - Biro Hukum

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan

Sosialisasi Perda Nomor 10 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Sumber Daya Genetik Lokal

Dengan Perda No 10 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Sumber Daya Genetik Lokal (SDGL), Gubernur Kalsel berharap sumber daya genetik lokal yang meliputi genetik hewan dan tanaman makin terjaga.

“Materi utama pada perda ini untuk menjamin adanya pelestarian dan pemanfaatan berkelanjutan sumber daya genetik lokal yang meliputi sumber daya genetik hewan dan tanaman,” tulis Gubernur Kalsel dalam sambutan tertulis dibacakan Asisten III Budang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel, H Syamsir Rahman, saat membuka sosialisasi perda No 10 tahun 2018. sesuai visi menuju Kalsel yang mandiri dan terdepan, pemprov terus berupaya menggali seluruh potensi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan berkelanjutan. “Kami menyadari, dari jumlah dan kompleksitas penduduk yang terus berkembang, menuntut penyediaan sumber daya hayati secara mandiri dan berkelanjutan”. Oleh sebab itu, dalam rangka melestarikan sumber daya hayati di daerah, pembangunan sumber daya alam yang terbarukan harus dilakukan secara cermat dan terpadu.

“Salah satunya melalui pengelolaan sumber daya genetik lokal yang memiliki nilai manfaat, baik ekonomi, sosial budaya, dan keragaman genetik yang tinggi,” tandasnya. Menurut gubernur, keragaman sumber daya genetik di Kalsel memiliki potensi yang luar biasa. Salah satu contohnya, itik Alabio. Salah satu rumpun itik lokal indonesia yang mempunyai sebaran asli geografis di provinsi Kalsel. 

“Di samping itu, Kalsel juga memiliki sumber daya genetik lainnya dalam berbagai jenis. Kita memiliki varietas padi unggulan, misalnya siam mutiara dan siam saba yang termasuk varietas padi unggul,” jelas gubernur.

Melalui sosialisasi ini, gubernur berharap dapat dimulainya langkah-langkah terpadu, baik dari Pemprov Kalsel maupun kabupaten/kota dalam mengelola dan melestarikan sumber daya genetik lokal khas masing-masing daerah.


Kembali Ke Halaman Sebelumnya