JDIH - Biro Hukum

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan

Sosialisasi Perda Nomor 4 Tahun 2017 tentang Budaya Banua dan Kearifan Lokal

Pelihara dan Lestarikan Budaya Banua

Banjarbaru, Biro Hukum menggelar sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2017 tentang Budaya Banua dan Kearifan Lokal di ruang Aberani Sulaiman, Kantor Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, Kamis (22/3).

Perda ini diharapkan bukan hanya menjadi payung hukum daerah, tetapi juga kaya akan implementasi untuk memelihara, memperkuat dan melestarikan budaya dan kearifan lokal di Kalimantan Selatan. Menurut Gubernur Kalimantan Selatan, H. Sahbirin Noor melalui Plh Sekdaprov Kalsel, H Siswansyah, Perda ini sebagai bentuk kesungguhan pemerintah daerah dalam mengelola budaya.

Dalam pengelolaan budaya Banua dan kearifan lokal kita harapkan memperteguh identitas daerah sebagai bagian jati diri bangsa, memperkokoh karakter daerah sebagai upaya pembangunan bangsa. Gubernur menilai, Kalsel banyak memiliki budaya dan kearifan lokal yang menanamkan nilai-nilai kebaikan dan kemuliaan, menumbuhkan semangat dan motivasi, keadaban dan sopan santun dalam pergaulan sehari-hari.

Nilai-nilai itu harus kita pelihara, kita lestarikan dan aktualisasikan di tengah kehidupan masyaraka, generasi kita. Generasi selanjutnya jangan sampai tidak mengenal dengan budaya dan kearifan lokal yang diwariskan oleh para pendahulu," ucapnya.

Disampaikannya, penyebarluasan produk hukum seperti perda ini memang sangat penting untuk disampaiakan ke seluruh kalangan. Apalagi untuk perda yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat luas.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum Setdaprov Kalsel, A Fydayeen mengatakan, tujuan kegiatan sosialisasi ini untuk memberikan informasi dan pemahaman bahwa Budaya Banua dan Kearifan Lokal di daerah merupakan hasil perwujudan gagasan, perilaku dan karya yang bernilai luhur dalam kehidupan masyarakat, yang lahir dan memandu pembanguanan daerah menuju cita-cita negara sejahtera. Dikatakannya Perda Nomor 4 Tahun 2017 ini meliputi pengelolaan kebudayaan, pengelolaan cagar budaya, pelestarian tradisi, pengelolaan sistem pengetahuan tradisional, pembinaan kesenian dan pembinaan sejarah lokal.

Menurutnya, Kalimantan Selatan kaya akan budaya dan kearifan lokal. Namun seiring berjalannya waktu, perlahan mulai terancamoleh budaya luar. untuk menjaga eksitensi budaya banua dan kearifan lokal tersebut tersebut perlu payung hukum."melalui payung hukum tersebut diharapkan mampu melestarikan budaya Banua,"


Kembali Ke Halaman Sebelumnya